Breaking News

Anggaran Dipangkas dari Hampir Rp 2 Miliar Jadi Rp1 Miliar, Kades Babana : Desa Mandiri Tetap Bergerak

IMG 20261102 184651
Bagikan
Lihat Tersimpan

TOPOYO – Pemangkasan anggaran tidak membuat Desa Babana berhenti membangun. Meski dana desa yang diterima kini tersisa kurang lebih Rp1 miliar, Kepala Desa Babana, Arifuddin, mengaku masih mampu memperbaiki dan melanjutkan pembangunan di desanya.

Hal itu dituturkannya di kediamannya, di Desa Babana, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026).

Arifuddin menyebut, sebelum adanya efisiensi anggaran, dana desa yang diterima Babana hampir mencapai Rp 2 miliar lebih. Kini, jumlah itu menyusut drastis, tinggal sekitar seperduanya.

“Anggaran desa kami yang diterima sisa kurang lebih Rp1 miliar, yang dulunya sebelum efisiensi hampir Rp 2 miliar lebih. Namun kami masih mampu memperbaiki pembangunan yang paling dibutuhkan masyarakat,” ungkap Arifuddin.

Bagi Babana yang menyandang status Desa Mandiri, kondisi itu menjadi ujian tersendiri. Status mandiri bukan hanya soal label, tetapi soal kemampuan desa mengelola keterbatasan tanpa kehilangan arah pembangunan.

Karena itu, Arifuddin memilih dan memilah dengan ketat. Dana yang terbatas diprioritaskan untuk pembangunan yang paling penting dan paling dirasakan manfaatnya oleh warga, bukan untuk kegiatan yang bisa ditunda.

Di tengah efisiensi yang menekan hampir semua desa, Babana mencoba membuktikan satu hal, besar kecilnya anggaran bukan satu-satunya penentu kemajuan desa. Yang menentukan adalah keberanian kepala desa mengambil prioritas, dan kejujuran menjelaskan kondisi itu kepada masyarakat.

“Kami tetap bergerak. Yang penting pembangunan jalan, masyarakat merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Lanjut Arifuddin mengungkapkan, jumlah penduduk yang mendiami desanya sekitar kurang lebih 2.000 jiwa, yang terdiri dari 1.500 kepala keluarga (KK). Mayoritas penghasilan ekonomi warganya bersumber dari kebun kelapa sawit dan nelayan.

“Mayoritas warga kami hidup dari kebun sawit dan melaut. Karena itu pembangunan desa harus benar-benar menyentuh kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Arifuddin juga menambahkan, sebagai desa kategori mandiri, fasilitas di desanya kini sudah lengkap. Di antaranya penginapan, pertokoan, masjid-masjid, gereja, sekolah TK, SD, SMP, SMA, 2 pelabuhan besar, warung besar, kantor camat, Kantor KUA dan lain sebagainya.

Itulah salah satu prestasi yang ditorehkan Arifuddin selama kurang lebih empat tahun menakhodai Desa Babana. Di tangannya, Babana tidak hanya bertahan di tengah pemangkasan anggaran, tetapi juga tumbuh menjadi desa yang fasilitasnya lengkap dan ekonominya bergerak dari sawit dan laut.

Penulis : M. Jasman (Pimpinan Redaksi)