PASANGKAYU, HARIAN INDOPOS.COM – Pemandangan antrean panjang kendaraan yang mengular di SPBU Bulu Cindolo dalam beberapa hari terakhir memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Kondisi ini bahkan memaksa warga membeli BBM eceran dengan harga mencekik.
“Kasihan masyarakat dengan kondisi seperti ini, saya beli bensin tadi malam Rp30 ribu per liter, jauh dari harga yang ditentukan. Miris. Makanya sekali-kali saya turun lapangan untuk memastikan persoalan ini,” ujar warga.
Untuk mengurai persoalan tersebut, Wartawan Harian Indopos.com melakukan penelusuran langsung ke area internal SPBU Bulu Cindolo, Pasangkayu. Senin malam (05/10/2026) sekira pukul 19.30 WITA.
Kelangkaan BBM jenis Pertalite yang menyebabkan antrean panjang hingga ratusan meter di SPBU Bulu Cindolo, Kabupaten Pasangkayu.
Meski Manajer SPBU sedang berada di Majene, konfirmasi tetap dilakukan kepada pihak yang dipercaya di lokasi, yakni Irfan alias Aco, petugas bagian pembongkaran minyak SPBU Bulu Cindolo.
Aco mengungkapkan bahwa Manajer SPBU sedang berada di Majene dan adapun kendala saat ini adalah hambatan utama pasokan bersumber dari gangguan armada pengangkut. Kapal tanker di Donggala mengalami keterlambatan operasional yang cukup signifikan, sehingga berdampak pada proses pengangkutan oleh sopir mobil tangki menuju Pasangkayu.
Yang menjadi anomali, pihak SPBU menyebut pasokan sebenarnya rutin masuk setiap hari dengan volume 8.000 hingga 16.000 liter per hari.
Secara kalkulasi, jumlah tersebut dinilai sangat memadai. Terlebih aturan pembatasan pengisian berbasis barcode telah diberlakukan ketat, yakni 50–80 liter untuk kendaraan roda empat dan maksimal 200 liter untuk kendaraan roda enam.
Namun anomali antara tingginya kuota harian dengan fenomena kelangkaan di lapangan justru memperkuat tanda tanya publik soal efektivitas alur distribusi BBM di tingkat tapak.
Saat ditanya solusi jangka panjang dari Pertamina, petugas di lapangan belum memberikan rincian teknis.
“Untuk konfirmasi lebih lanjut bisa menghubungi managernya secara langsung,” tutup Aco.
Kini, konfirmasi lanjutan kepada Manajer SPBU Bulu Cindolo menjadi langkah krusial untuk mendapatkan kejelasan resmi dari manajemen Pertamina terkait kepastian pasokan BBM bagi warga Pasangkayu.
Laporan: M. Shurah







