Breaking News

Fakta Terbalik..!, Terlambat Bukan Penyebab Kelangkaan BBM di Pasangkayu, Pengiriman Tiap Hari 8.000 KL Lancar

FB IMG 1791606990250
Bagikan
Lihat Tersimpan

Terbantahkan! Alasan Kelangkaan  BBM  di Pasangkayu  Karena  Kapal Terlambat,Ternyata  Tidak  Benar

PASANGKAYU, Harian Indopos.com – Kabar soal keterlambatan kapal pengangkut minyak yang diduga menjadi penyebab kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Pasangkayu, ternyata tidak berdasar.

Fakta tersebut terungkap setelah tim Harian Indopos.com melakukan penelusuran dan investigasi langsung ke sumber utama pasokan BBM.

Kabar kelangkaan itu bermula dari keterangan Bapak Irfan, petugas pengawas pembongkaran minyak di SPBU Bulu Cindolo, yang menyebutkan kelangkaan terjadi karena kapal pengangkut terlambat. Namun, saat dikonfirmasi kepada Manajer SPBU Bulu Cindolo, Bapak Andi Ilham melalui pesan WhatsApp, yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan.

Guna mendapatkan kejelasan yang akurat, tim wartawan Harian Indopos.com, kemudian menempuh perjalanan ke Depot Pertamina di Desa Loli Oge, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Tim tiba di lokasi sekira pukul 09.35 WITA, Jumat (10/10/26).

Di lokasi tersebut, keterangan yang diterima justru berbanding terbalik. Bapak Farhan Basri, selaku Dispatcher di PT L Nusa, pihak yang mengatur jadwal keberangkatan, rute, dan pergerakan kendaraan pengangkut, menegaskan bahwa tidak ada keterlambatan sama sekali.

“Pengiriman Pertalite dan Solar ke SPBU Bulu Cindolo dilakukan setiap hari secara konsisten. Jumlahnya mencapai 8.000 kilo liter per hari, dan selalu tiba tepat waktu. Tidak ada keterlambatan kapal maupun keterlambatan pengiriman. Kalau sampai terjadi keterlambatan, dampaknya bisa langsung menghambat roda perekonomian masyarakat. Dan kami pastikan hal itu tidak terjadi,” tegas Farhan Basri.

Pernyataan ini secara langsung membantah klaim yang selama ini berkembang di masyarakat. Jika pengiriman berjalan lancar dan tepat waktu setiap hari, muncul pertanyaan besar: di mana letak permasalahan sebenarnya hingga warga Pasangkayu tetap kesulitan mendapatkan BBM?

Fakta di lapangan, antrean panjang masih mengular di sejumlah SPBU, dan harga BBM di tingkat pengecer melambung tinggi, sangat memberatkan masyarakat, mencapai 15 ribu rupiah pertliter hingga 30 ribu rupiah per botolnya

Hal tersebut, Pihak PT L Nusa pun merasa miris hingga membuka ruang pengawasan bersama. Masyarakat yang menemukan adanya penyimpangan distribusi BBM diminta untuk melapor melalui:

Telepon Layanan: 135 yang tertera jelas di bodi setiap truk tangki, atau langsung kepada Sales Brand Manager (SBM) yang berkedudukan di Mamuju.

“Setiap penyimpangan yang merugikan masyarakat, silakan dilaporkan. Kami pastikan pengiriman dari sisi kami berjalan lancar. Mari kita cari bersama di mana titik masalahnya,” tambah Farhan.

Hingga berita ini diturunkan, teka-teki ini masih menyisakan tanda tanya besar. Jika pasokan dari pusat aman dan terkirim setiap hari, ke mana perginya BBM tersebut sebelum sampai ke tangan warga Pasangkayu?

Laporan/penulis : Muhammad Shurah, S.Pd

Lokasi Liputan     : Depot Pertamina Desa Loli Oge, Kec. Banawa, Kab. Donggala