PALU, HARIAN INDOPOS.COM – Manajemen RSUD Undata Palu secara resmi memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar luas di media sosial mengenai dugaan skandal korupsi yang menyeret nama Direktur, Wakil Direktur, hingga perawat. Pihak rumah sakit menegaskan informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks.
Penegasan tersebut disampaikan melalui rilis infografis resmi bertajuk “INFORMASI HOAKS” yang dikeluarkan RSUD Undata Palu. Dalam rilis tersebut dijelaskan bahwa konten yang menuding adanya praktik korupsi di RSUD Undata disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab melalui media sosial tanpa sumber yang jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pihak RSUD Undata menilai penyebaran berita palsu tersebut berpotensi mencemarkan nama baik institusi serta merugikan individu-individu yang namanya dicatut dalam narasi yang tidak berdasar itu.
“Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jangan mudah terprovokasi dan jangan ragu memverifikasi informasi kepada pihak berwenang,” tulis manajemen RSUD Undata dalam imbauannya.
RSUD Undata juga mengingatkan masyarakat agar hanya mempercayai informasi yang berasal dari saluran resmi milik RSUD Undata Palu. Apabila menemukan indikasi konten hoaks, warga diminta untuk segera melapor agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Melalui klarifikasi ini, RSUD Undata Palu berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam bermedia sosial, selalu melakukan cek kebenaran sebelum mempercayai maupun membagikan sebuah informasi kepada orang lain.
Penulis: M. JASMAN (Pimred)







