Breaking News

Prabowo Rombak Besar-Besaran Kabinet Merah Putih: Sinyal Tegas Berakhirnya Era Jokowi

IMG 20261003 164419
Bagikan
Lihat Tersimpan

JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan taring kekuasaannya. Pada Kamis, 1 Oktober 2026 di Istana Negara Jakarta, Prabowo resmi merombak besar-besaran Kabinet Merah Putih. Ini adalah reshuffle ke-7 dan yang paling signifikan dalam masa pemerintahannya.

Sebanyak 14 hingga 18 pejabat strategis dilantik berdasarkan Keppres No. 104/P dan 105/P Tahun 2026. Langkah ini bukan sekedar rotasi biasa, ini adalah pernyataan politik yang sangat jelas: era Jokowi telah selesai.

Sinyal paling kuat terlihat dari pencopotan simbol-simbol era lama. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang selama ini dikenal sebagai Kapolri terlama era Jokowi, dengan masa jabatan 5 tahun 8 bulan, resmi ditarik dari Polri. Ia digeser menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Posisi Kapolri yang sangat vital kini diserahkan kepada loyalis baru, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Prosesnya kilat, pagi fit and proper test di Komisi III DPR, siang langsung dilantik. DPR yang selama ini lamban, tiba-tiba bergerak cepat atas perintah Istana.

Tidak hanya Polri, tiga pilar Menko warisan Jokowi juga tumbang:

1. Menko Hilirisasi dan Transisi Energi: Bahlil Lahadalia

2. Menko PMK: Sugiono, mantan Menlu yang kini menggantikan Pratikno, orang kepercayaan Jokowi

3. Menko Polkam: Dudung Abdurachman, menggantikan Djamari Chaniago

Sektor ekonomi Jokowi juga dibersihkan. M. Sarmuji dari Golkar dilantik sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Arrmanatha Nasir menjadi Menteri Luar Negeri.

Dengan perombakan ini, Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya tidak lagi berada di bawah bayang-bayang Istana lama. Ia membangun kabinetnya sendiri dengan komando penuh di tangan Presiden. Kabinet Merah Putih kini sepenuhnya menjadi Kabinet Prabowo***