Breaking News

Mutasi Perdana Kapolri, Irjen Adi Deriyan Pindah ke Bareskrim, Irjen Pol Totok Suharyanto Gantikan Kapolda Sulbar

IMG 20261003 112158
Bagikan
Lihat Tersimpan

MAMUJU, – Sebuah babak baru dimulai untuk Polda Sulawesi Barat. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2205/X/Kep./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, Kapolri baru Jenderal Pol Suyudi Ario Seto resmi menetapkan mutasi strategis untuk Kapolda Sulbar.

Mutasi ini tercatat sebagai salah satu yang pertama dikeluarkan di bawah komando Kapolri baru, sekaligus menjadi sinyal awal perombakan pimpinan daerah di era kepemimpinan baru.

Setelah memimpin Polda Sulbar selama lebih dari setahun sejak 5 Agustus 2025, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta resmi dimutasi sebagai Perwira Tinggi (Pati) Bareskrim Polri dengan penugasan khusus pada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Selama memimpin Bumi Malaqbi, nama Adi Deriyan lekat dengan program-program humanis dan kedekatan dengan masyarakat, mulai dari Jumat Berkah, bakti sosial, hingga pembinaan anak yatim yang rutin digelar di Mapolda. Gaya kepemimpinannya yang hangat namun tegas meninggalkan kesan mendalam bagi personel maupun warga Sulbar.

Sementara yang menggantikan posisi Adi Deriyan adalah Irjen Pol Totok Suharyanto, sosok yang namanya melambung sebagai Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor) Polri, jabatan yang diembannya sejak 27 Februari 2026.

Selama memimpin Kortastipidkor, ia dikenal berani menggebrak dengan memimpin penggeledahan 12 lokasi sekaligus dan mengungkap kasus megakorupsi yang menyeret nama-nama besar, termasuk penetapan Bupati Gowa sebagai tersangka. Sebelumnya, ia adalah Direktur Penindakan (Dirtindak) Kortastipidkor Polri.

Reputasinya sebagai pemimpin yang keras dan tegas dalam penindakan membuat banyak pihak menantikan terobosan apa yang akan dibawanya ke Sulbar.

Di balik mutasi ini ada fakta unik. Ternyata Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta dan Irjen Pol Totok Suharyanto adalah seangkatan Akademi Kepolisian 1994. Keduanya sama-sama lahir pada tahun 1972, sama-sama meniti karier dari jalur reserse, dan kini saling bergantian dalam estafet kepemimpinan di Polda Sulbar.

Dengan latar belakang Totok Suharyanto yang dikenal anti-korupsi, banyak pengamat menilai penunjukan ini adalah sinyal kuat bahwa Polri ingin memperkuat penegakan hukum di Sulawesi Barat, sekaligus melanjutkan warisan kedekatan dengan masyarakat yang telah dibangun pendahulunya.

Sementara itu, penugasan Adi Deriyan di Bareskrim dengan fokus lingkungan hidup menunjukkan kepercayaan Kapolri atas kemampuannya menangani isu-isu strategis nasional. (humas polda sulbar)