MAMUJU – Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta menghadiri Dialog Interaktif Pencegahan Penyebaran Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme yang digelar di Ballroom Andi Depu, Lantai 3 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Rabu (23/9/2026).
Dialog yang mengangkat tema _“Merawat Kebhinekaan, Memperkuat Ketahanan Nasional, Menuju Sulawesi Barat yang Aman, Damai dan Sejahtera”_ ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam mencegah berkembangnya paham intoleransi dan terorisme di wilayah Sulawesi Barat.
Kegiatan tersebut dibuka langsung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) bersama jajaran Forkopimda Sulbar. Dialog ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulbar, Polda Sulbar, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN).
Dalam sambutannya, Gubernur Sulbar Suhardi Duka menekankan bahwa persoalan radikalisme, ekstremisme dan terorisme perlu dilihat secara komprehensif, termasuk dari sisi kesenjangan sosial dan ekonomi.
Menurutnya, kesenjangan dapat menjadi salah satu faktor yang memunculkan kekecewaan di tengah masyarakat ketika sebagian warga merasa tidak memperoleh keadilan maupun kesempatan yang sama.
“Kalau kita melihat inti persoalan dari radikalisme, ekstremisme, terorisme adalah kesenjangan,” kata Suhardi Duka.
Ia menilai, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui pencegahan penyebaran paham maupun penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan yang memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk mempersempit kesenjangan.
“Kalau kita ingin menangkal radikalisme, terorisme dan lain sebagainya, tetapi kesenjangan itu lebar terus, itu akan berhadapan,” ujarnya.
Sementara itu, kehadiran Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta menunjukkan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, aparat intelijen dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas di Sulbar.
Pencegahan intoleransi, radikalisme dan terorisme membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari penguatan wawasan kebangsaan, pemeliharaan toleransi, peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Melalui dialog interaktif ini, pemerintah dan aparat keamanan bersama-sama memperkuat komitmen untuk menjaga kebhinekaan serta menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, damai dan kondusif di Sulawesi Barat. (Hip)







