Breaking News

Bulog Sulteng: Parigi Moutong Jadi Daerah Penyerapan Gabah Terbesar di Sulteng

IMG 20260923 WA0062
Bagikan
Lihat Tersimpan

PALU – Jumlah penyerapan gabah di Kabupaten Parigi Moutong menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Dari 50 persen pada Juni 2026, kini meningkat menjadi 60 persen per September 2026.

Angka ini menempatkan Parigi Moutong sebagai daerah penyerapan gabah terbesar di seluruh Sulawesi Tengah.

Meski pencapaian ini membanggakan, sejumlah kebiasaan masyarakat masih menjadi catatan penting. Di Kecamatan Mepanga serta Ongka Malino, warga masih terbiasa menjual hasil panen dalam bentuk beras, padahal penjualan dalam bentuk gabah dinilai justru lebih menguntungkan bagi petani.

Di wilayah lain, warga juga masih ada yang sengaja menahan gabah dan menyimpannya dengan harapan harga akan naik. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri yang menuntut upaya edukasi dan sosialisasi yang lebih gencar, baik melalui pertemuan tatap muka maupun pemanfaatan media.

Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Bulog Wilayah Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, pada Selasa (23/9/2026).

“Di beberapa daerah seperti Mepanga dan Ongka Malino, warga masih terbiasa menjual dalam bentuk beras. Padahal, secara perhitungan ekonomi, menjual dalam bentuk gabah justru lebih menguntungkan petani,” ujar Jusri Pakke.

“Di sisi lain, ada juga wilayah yang warganya menahan gabah berbulan-bulan hanya menunggu harga naik. Pola pikir inilah yang perlu kita ubah melalui sosialisasi yang berkelanjutan, baik tatap muka maupun melalui media agar jangkauannya lebih luas,” sambungnya.

Ia menegaskan, pihaknya berharap dapat melakukan penyerapan gabah sebanyak-banyaknya. Menurutnya, menahan gabah terlalu lama berisiko menurunkan kualitas dan berat hasil panen.

“Menjual dalam bentuk beras justru memotong keuntungan yang seharusnya diterima petani. Kami ingin masyarakat memahami bahwa menjual tepat waktu dan dalam bentuk gabah yang diserap langsung oleh Bulog jauh lebih menguntungkan dan terjamin,” jelasnya.

Dengan perubahan pola pikir ini, diharapkan aliran hasil panen akan lebih lancar, pendapatan petani meningkat, dan posisi Parigi Moutong sebagai lumbung pangan utama Sulawesi Tengah dapat terus terjaga***