Breaking News

Di Depan Mahasiswa Baru Unikom, Wamendagri Tekankan Peran Strategis Pemuda Tentukan Masa Depan RI

IMG 20260922 WA0116
Bagikan
Lihat Tersimpan

BANDUNG, Harian Indopos.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Indonesia, terutama di tengah momentum bonus demografi.

Hal itu disampaikan Bima saat menjadi pembicara pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Corsara 2026–2027 di Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026).

Menurut Bima, Indonesia memiliki peluang besar untuk melompat menjadi negara maju dalam dua dekade ke depan. Modal utamanya adalah bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding usia nonproduktif.

“Ini adalah bonus yang enggak semua negara punya. Negara-negara yang bisa loncat tadi, itu berhasil memanfaatkan usia produktifnya sehingga jadi motor penggerak, maju, dahsyat sekali,” ujar Bima.

Ia mengingatkan, bonus demografi bisa menjadi berkah jika dikelola dengan baik, namun juga bisa menjadi beban jika kualitas sumber daya manusianya tidak siap.

Bima menjelaskan, kualitas generasi muda sangat ditentukan oleh pola pikir atau mindset. Pola pikir akan memengaruhi cara bertindak hingga membentuk karakter seseorang.

“Perbuatan Anda menentukan sikap dan karakter Anda. Karakter Anda menentukan takdir Anda,” tegasnya.

Karena itu, Bima mendorong mahasiswa untuk memiliki _growth mindset_ atau pola pikir yang terus bertumbuh, terbuka terhadap pandangan lain, mau mendengarkan, dan adaptif terhadap perubahan.

“Kunci utama sukses menuju pemenang adalah growth mindset. Buka pikiran kalian, buka perspektif kalian, mau mendengar, mau beradaptasi,” ungkapnya.

Selain mindset, Bima juga menekankan pentingnya pembentukan karakter selama masa kuliah. Menurutnya, kompetensi memang bisa membawa seseorang ke puncak prestasi, tetapi karakterlah yang membuatnya bertahan.

“Jemput karakter itu, cemplung ke permasalahan, aktif di organisasi, komunitas, dan lain-lain. Kompetensi itu akan membawa kalian ke puncak. Tapi yang membuat Anda bertahan di atas itu karakter,” katanya.

Mantan Wali Kota Bogor ini juga mengingatkan mahasiswa untuk bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau _Artificial Intelligence_ (AI). AI dinilai memberikan kemudahan dan meningkatkan produktivitas, namun jangan sampai membuat manusia kehilangan daya pikir dan kreativitas***